Penyiksaan 'Elang Darah' Mengerikan Bangsa Viking Bisa Jadi Bukan hanya Dongeng

Metode penyiksaan dan eksekusi nan brutal serta ritual yang diduga dilakukan oleh orang-orang Nordik pada Zaman Viking bisa jadi bukan isapan jempol belaka.


Gambar hanya ilustrasi. (Ilustrasi dibuat oleh DALL-E)

ngarahNyaho! - Tindakan yang dikenal sebagai blóðǫrn atau "elang darah" itu memungkinkan secara anatomis dan dapat dilakukan dengan senjata Viking, demikian menurut hasil penelitian.   

Menurut deskripsi elang darah dalam puisi dan prosa yang berasal dari abad ke-11 hingga abad ke-13, korban biasanya ditangkap dalam pertempuran. 

Para penculik memutilasi korban secara metodis. 'Secara anatomis', penyiksaan yang berurutan dan dilakukan brutal sangat sulit dan penuh tantangan.     

Namun hal tersebut bukannya mustahil, demikian yang dilaporkan para ilmuwan dalam Speculum: A Journal of Medieval Studies edisi Januari 2022.

Para peneliti mengevaluasi praktik elang darah dengan terlebih dahulu menganalisis anatomi manusia, menguraikan urutan penyiksaan selangkah demi selangkah.

Mereka memperkirakan bagaimana hal itu dapat dilakukan dalam ritual publik. 

Para peneliti kemudian melihat senjata-senjata dari masa itu, untuk melihat betapa beragamnya bilah pisau yang digunakan untuk tugas yang begitu melelahkan dan mengerikan. 

Jenis pisau, pedang, dan tombak Viking tertentu mungkin digunakan untuk berbagai bagian ritual elang darah. Penemuan arkeologi mencakup contoh senjata yang cocok untuk praktik mengerikan ini.

(Foto: Wikipedia)
 
“Pisau tempur” bermata satu dengan gagang kaku telah ditemukan di pemakaman elite Viking, dan beberapa menyerupai pisau besar yang digunakan dalam autopsi modern, menurut penelitian.

Para arkeolog belum pernah menemukan sisa-sisa manusia yang menunjukkan tanda-tanda pernah menjalani ritual ini. 

Namun dalam sembilan catatan tertulis yang diketahui tentang ritual elang darah, orang-orang yang memerintahkan penyiksaan dan korbannya adalah laki-laki dengan status sosial tinggi.

Dalam beberapa kasus, teks-teks tersebut menyatakan bahwa ada pejabat yang ditunjuk untuk melakukan tindakan elang darah.

Hal tersebut kemungkinan karena tindakan tersebut memerlukan pengetahuan yang sangat khusus tentang anatomi dan penyembelihan.

Pertunjukan performatif dari kedudukan sosial dan ritual eksekusi yang mencakup "mutilasi yang mencolok" adalah praktik umum di kalangan elite masyarakat Viking.

Hal ini menunjukkan bahwa catatan tertulis tentang ritual elang darah menggambarkan peristiwa yang benar-benar terjadi dan penting secara sosial bagi para pemimpin yang merayakan kemenangan atas musuh yang kuat.

“Oleh karena itu, elang darah bukan sekadar penyiksaan: ia memiliki makna,” tulis para peneliti dalam penelitian tersebut sebagaimana dikutip dari Live Science. 

Meskipun membedah tubuh manusia yang hidup dengan cara ini masih mungkin dilakukan, namun tidak mungkin untuk selamat dari penyiksaan seperti itu. 

“Tidak ada kemungkinan korban tetap hidup selama prosedur berlangsung,” tulis para peneliti. | Sumber: Live Science

Post a Comment

أحدث أقدم