'Tolak Menua', Otot Kita Ternyata Berusaha untuk Tak Mengendur

Melalui pencitraan yang canggih, ilmuwan mengungkap mekanisme seluler yang sebelumnya tidak diketahui. 

Otot kita ternyata menolak menua. (Foto Ilustrasi: Rui Dias/Pexels)
Otot kita ternyata menolak menua. (Foto Ilustrasi: Rui Dias/Pexels)

ngarahNyaho! - Beberapa serat otot kita menua lebih cepat dibandingkan yang lainnya. Lantas, apa yang terjadi sebenarnya? 

Nah, para ilmuwan dari Wellcome Sanger Institute dan Sun Yat-sen University menemukan sel baru yang bisa membantu memahami hal tersebut. 

Tak hanya itu, mereka juga mengidentifikasi mekanisme yang digunakan otot untuk melawan penuaan. Temuannya mereka dipaparkan dalam makalah yang terbit di jurnal Nature Ageing.

Menurut Veronika Kedlian, pendekatan mereka dalam mempelajari penuaan otot, dengan menggabungkan berbagai jenis pengurutan, mengungkap mekanisme seluler yang sebelumnya tidak diketahui.

Juga, ini menyoroti area untuk studi lebih lanjut.

Berkat teknik sel tunggal dan inti tunggal serta pencitraan yang sangat canggih, mereka mampu menganalisis sampel otot rangka manusia. 

Otot yang menempel pada tulang memiliki banyak fungsi, yaitu bergerak, menopang postur tubuh, menjaga suhu tubuh, dan menyimpan nutrisi, ekspresi wajah. 

Misalnya, sarcopenia adalah hilangnya massa dan fungsi otot rangka yang berkaitan dengan usia. Penyebab sarkopenia bersifat multifaktorial. 

Penyakit ini berdampak pada lebih dari 20 persen orang lanjut usia, dan belum ada obat yang disetujui.

Di balik perubahan otot 

Sampel dikumpulkan dari 17 orang berusia 20 hingga 75 tahun. Peneliti kemudian membandingkan hasilnya dan menemukan banyak proses yang melatarbelakangi perubahan otot terkait usia.

Mereka menemukan bahwa gen yang mengendalikan ribosom kurang aktif dalam sel induk otot dari sampel yang sudah tua. Ribosom bertanggung jawab untuk memproduksi protein. 

Ketidakaktifan tersebut membuat kemampuan sel untuk memperbaiki dan beregenerasi menjadi lebih rendah. 

Selain itu, populasi sel non-otot yang dapat ditemukan dalam sampel memiliki molekul yang lebih pro-inflamasi bernama CCL2. 

Sayangnya, perannya adalah untuk menarik sel-sel kekebalan ke otot dan menyebabkan lebih banyak kerusakan pada kerusakan otot yang berkaitan dengan usia.

Mereka juga menemukan sesuatu yang bisa membuat kita bahagia. 

Beberapa mekanisme kompensasi dari otot untuk menggantikan kerugian ditemukan. Hal ini termasuk misalnya peningkatan regenerasi subtipe serat yang tersisa. 

Selain itu, mereka juga mengidentifikasi populasi inti khusus di dalam serat otot. Itu membantu membangun kembali hubungan antara saraf dan otot yang menurun seiring bertambahnya usia. 

Percobaan pada sel otot manusia yang dikembangkan di laboratorium menegaskan peran inti ini dalam fungsi otot.

Profesor Hongbo Zhang, penulis senior studi tersebut mengatakan bahwa di Cina, Inggris, dan negara-negara lain, kita memiliki populasi yang menua. 

Sebagaimana dikemukakannya, pemahaman kita tentang proses penuaan itu sendiri masih terbatas. 

“Kami sekarang memiliki gambaran rinci tentang bagaimana otot berusaha mempertahankan fungsinya selama mungkin, meskipun ada efek penuaan,” jelasnya. | Sumber: Interesting Engineering 

Post a Comment

أحدث أقدم