Ketika Matahari Mendekati Ajal, Ilmuwan Menduga Nasib Bumi

Saintis prediksi Matahari akan meledak ketika sudah menua dan menelan planet. Itukah akhir Bumi kita?

Prediksi ilmuwan, 5 miliar tahun lagi Matahari meledak. (Foto Ilustrasi: AstroGraphix_Visuals/Pixabay)
Prediksi ilmuwan, 5 miliar tahun lagi Matahari meledak. (Foto Ilustrasi: AstroGraphix_Visuals/Pixabay)

ngarahNyaho! - Tak ada yang abadi, demikian juga dengan Matahari. Lantas apa yang terjadi bila bintang di Tata Surya kita itu menua? Akankah jadi akhir juga bagi Bumi?

Selama 4,6 miliar tahun, Matahari dengan senang hati melakukan fusi hidrogen menjadi helium untuk menyediakan sumber panas yang stabil yang pada akhirnya membuat Bumi dapat dihuni. 

Namun, Matahari tidak akan selalu stabil. Prediksi ilmuwan, kurun 5 miliar tahun, Matahari akan menggunakan semua hidrogen yang tersedia dan mulai melakukan fusi helium menjadi karbon. 

Jari-jari Matahari akan membengkak dan akhirnya menelan planet-planet bagian dalam.

Ilmuwan menduga kematian akibat kebakaran ini sebagai akhir dari kehidupan Bumi.

Namun demikian, ternyata ada peluang besar bahwa Bumi dapat bertahan dari fase Raksasa Merah Matahari, walaupun tanpa atmosfer atau lautan. 

Hanya, bahkan jika planet ini bertahan untuk melihat Matahari akhirnya bertransisi menjadi katai putih, keadaan di planet asal kita akan tetap terlihat buruk.

Skenario itu lahir setelah para peneliti mempelajari tiga katai putih yang berbeda, masing-masing diketahui menunjukkan transit (lintasan di depan bintang yang mengubah kecerahannya) puing-puing planet.

Studi menunjukkan bahwa Bumi, bersama dengan benda-benda lain di Tata Surya termasuk Bulan Jovian (bulan Jupiter), kemungkinan besar akan tercabik-cabik. 

Hasil penelitian tersebut dipublikasikan di jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society.

“Apakah Bumi bisa bergerak cukup cepat sebelum Matahari bisa menyusul dan membakarnya masih belum jelas," kata Boris Gaensicke dari Universitas Warwick, salah satu penulis penelitian ini.

"Tapi, (jika terjadi) Bumi akan (masih) kehilangan atmosfer dan lautannya dan tidak akan menjadi tempat yang bagus untuk kehidupan," lanjut dia.

“Kita mengetahui banyak katai putih di galaksi. Mereka mungkin pernah memiliki planet di masa lalu dan banyak di antara mereka yang masih memiliki sistem planet hingga saat ini. 

"Apa yang akan terjadi pada sistem tersebut?”

Saat menganalisis perubahan kecerahan katai putih akibat transit planet selama 17 tahun terakhir, tim Gaensicke memperoleh wawasan tentang seperti apa Tata Surya katai putih kita suatu hari nanti. 

Meskipun Bumi (kemungkinan besar) akan musnah akibat fase Raksasa Merah Matahari, Mars—dan juga planet-planet raksasa terluar—akan bertahan, bersama dengan asteroid dan benda langit kecil lainnya.

Beberapa planet raksasa, terutama Jupiter, kemungkinan besar akan mengusir bulan-bulannya dan mengirimnya ke katai putih dan akhirnya terkoyak-koyak—bersama dengan asteroid yang berada di antara Mars dan Jupiter. 

Jadi, meski Bumi punya peluang untuk selamat dari fase ledakan fusi helium Matahari, kehidupan di bawah cahaya menakutkan katai putih bukanlah surga. | Sumber: Popular Mechanics 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama