Rencana manusia membangun kota megah di Bulan terancam batal karena ketersediaan air es di sana sangat terbatas untuk menopang kehidupan.
Ringkasan
- Pasokan energi surya di Bulan amat melimpah, tetapi cadangan air esnya ternyata jauh dari kata cukup.
- Kota berpenduduk satu juta jiwa akan kehabisan air hanya dalam waktu sekitar satu dekade.
- Bulan hanya mampu menopang permukiman kecil berpenghuni 1.000 hingga 10.000 orang untuk jangka panjang.
PARA miliarder seperti Elon Musk dan Jeff Bezos boleh saja berambisi membangun kota mandiri hingga industri berat di Bulan. Bayangannya memang indah.
Mungkin koloni manusia bisa bercocok tanam, mandi, hingga menggunakan toilet normal, tak seperti astronaut Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
Namun, riset terbaru di jurnal Frontiers in Space Technologies memberikan "siraman air dingin" pada mimpi tersebut.
Secara energi, Bulan sebenarnya sangat menjanjikan. Puncak kawah di kutub Bulan disinari matahari hampir abadi.
Berbekal silikon lokal, manusia bisa memproduksi panel surya untuk menghasilkan listrik 3 gigawatt, cukup bahkan untuk mengoperasikan pusat data AI.
Sayangnya, masalah fatalnya ada pada air. Air es memang terperangkap di dasar kawah kutub yang tak pernah tersinar matahari selama miliaran tahun.
Dulu, cadangannya diperkirakan mencapai 1 miliar ton. Namun, estimasi terbaru menunjukkan jumlah riilnya justru 30 kali lebih sedikit dari dugaan awal.
Skenario terbaiknya pun cukup mengerikan. Dengan teknologi daur ulang air 98% ala ISS, kota berpenduduk 1 juta orang akan kehabisan air hanya dalam waktu sepuluh tahun.
Jadi, sebelum kamu terburu-buru memesan kondominium mewah di Bulan, ingatlah kamu mungkin harus meminum kembali air seni yang didaur ulang sampai tetes terakhir sebelum akhirnya krisis air benar-benar melanda.
Satu-satunya jalan realistis adalah menurunkan tingkat kesombongan manusia. Bulan saat ini hanya cocok untuk "desa lunar" berpopulasi 1.000 hingga 10.000 orang agar pasokannya bertahan hingga beberapa abad.
Kecuali, jika para miliarder luar angkasa berhasil menemukan cadangan es lebih dalam di bawah lapisan batuan (regolith), menambang es dari asteroid, atau nekat membawa selang raksasa langsung dari Bumi.
Disadur dari Phys.org – No cities on the moon—there isn't enough water, scientists say yang diakses September 2026.

Posting Komentar