Tanaman Ternyata Cium Gelagat Tetangga yang Tumbuh Cepat, Atur Strategi Kemudian

Tanaman ternyata bisa mendeteksi kecepatan tumbuh sesamanya melalui aroma di udara untuk mempersiapkan strategi persaingan sedini mungkin sebelum kompetisi sejati dimulai.


Tanaman ternyata bisa mendeteksi kecepatan tumbuh sesamanya melalui aroma di udara untuk mempersiapkan strategi persaingan sedini mungkin sebelum kompetisi sejati dimulai.Ilustrasi dibuat oleh AI.


Ringkasan

  • Penelitian menemukan bahwa tumbuhan sehat dapat mengenali "aroma" tetangganya melalui senyawa kimia yang dilepaskan ke udara.
  • Tumbuhan yang mencium tetangga tumbuh cepat cenderung mempercepat pertumbuhannya sendiri.
  • Temuan ini berpotensi dimanfaatkan dalam pertanian untuk memilih kombinasi varietas tanaman yang saling menguntungkan.


SEKILAS, hamparan ladang hijau terlihat begitu tenang dan damai. Daun-daun bergoyang pelan ditiup angin, batang membungkuk ke arah matahari, dan akar sibuk menjalar di dalam tanah yang tak kasat mata. 


Namun, siapa sangka di balik kesunyian itu, ada "obrolan" rahasia yang super sibuk di udara.


Selama ini, para ilmuwan sudah tahu, tanaman bisa mengirim sinyal darurat saat digerogoti hama. Begitu diserang, mereka merilis zat kimia tertentu agar tanaman di sekitarnya waspada dan segera memasang sistem pertahanan.


Namun, riset terbaru dari Swedish University of Agricultural Sciences menemukan hal yang jauh lebih besar. Tanaman yang sehat walafiat pun ternyata hobi "bergosip". 


Mereka menggunakan sinyal udara untuk membaca bagaimana cara tetangga mereka tumbuh. 


Artinya, tanaman tidak menunggu sampai persaingan memperebutkan ruang dan cahaya dimulai; mereka sudah bersiap-siap sejak awal!


Banyak orang mengira komunikasi tanaman mirip sistem sirene ambulans—hanya menyala saat ada bencana. 


Faktanya, tanaman sehat setiap hari merilis senyawa kimia yang disebut Volatile Organic Compounds (VOCs). Ini adalah zat kimia yang mudah menguap dan melayang di udara.


Zat VOCs ini bukan limbah atau reaksi panik, melainkan bagian dari biologi normal mereka. Dr. Velemir Ninkovic, ketua penelitian tersebut, menjelaskan, tanaman menembakkan "sidik jari kimia" unik ke udara. 


Tetangga mereka secara aktif membaca sinyal ini untuk menyesuaikan strategi pertumbuhan dan pertahanan seluruh tubuhnya.


Untuk membuktikannya, tim peneliti menguji tiga jenis kultivar (varietas) tanaman jelai (barley): Fairytale (si lambat tumbuh), Salome (si cepat tumbuh), dan Luhkas (si pertumbuhan sedang).


Ketiganya ditempatkan dalam kamar-kamar kaca bening yang terisolasi. 


Udara dialirkan dari satu kamar ke kamar lain agar sinyal kimianya terbawa. Namun, tanaman-tanaman ini tidak boleh saling bersentuhan fisik, dan jaringan akar mereka di dalam tanah sama sekali dipisah. 


Eksperimen ini murni menguji satu hal: apa yang terjadi jika tanaman hanya terpapar "bau badan" tetangganya?


Hasilnya sangat mengejutkan. Ketika Fairytale (si lambat) mencium aroma dari Salome (si cepat), Fairytale langsung tancap gas mempercepat pertumbuhannya dan menambah biomassa tubuhnya. 


Ia tahu ada tetangga ambisius di dekatnya yang berpotensi memutus sinar matahari.


Sebaliknya, begitu Salome (si cepat) menerima tiupan aroma dari Fairytale (si lambat), ia justru memperlambat laju tumbuhnya. 


Sementara Luhkas yang berada di tengah-tengah hanya menunjukkan perubahan moderat. 


Jika tanaman dipasangkan dengan varietas yang berkecepatan sama, efek ini hampir tidak terlihat. Ini membuktikan respons mereka tidak acak, melainkan disesuaikan dengan jenis tetangga yang dihadapi.


Dalam dunia tumbuhan, pertumbuhan itu ada modalnya. Energi mereka terbatas. 


Tanaman harus memilih: menggunakan energi untuk tumbuh tinggi besar agar menang bersaing, atau menggunakannya untuk memperkuat sistem imun melawan penyakit dan serangga.


Perubahan ini merasuk hingga ke tingkat genetik. Saat Fairytale mencium Salome, gen yang berkaitan dengan stres dan pertahanan mendadak pasif—energinya dialihkan total untuk memanjangkan batang dan daun. 


Di sisi lain, saat Salome mendeteksi si lambat Fairytale, ada lebih dari 2.000 gennya yang mendadak aktif, mayoritas terkait dengan replikasi DNA dan proteksi diri.


Melalui bantuan komputer, peneliti mendeteksi ada 115 senyawa volatil berbeda. Tingkat akurasi komputer dalam menebak varietas tanaman hanya berdasarkan aromanya mencapai 93,1 persen! 


Fairytale kaya akan benzyl nitrile (pengusir serangga), sedangkan Salome tinggi kandungan 1-octen-3-ol.


Riset dari Swedia ini membuka kemungkinan baru dalam dunia pertanian.


Selama ini petani dan pemulia tanaman biasanya memilih varietas berdasarkan karakteristik yang mudah diamati, seperti hasil panen, ketahanan penyakit, atau kecepatan tumbuh.


Namun studi ini menunjukkan bahwa kompatibilitas kimia antar varietas juga mungkin berperan penting.


Jika kombinasi varietas tertentu mampu saling mengirim sinyal yang menguntungkan, produktivitas tanaman bisa meningkat secara alami. 


Sebaliknya, kombinasi yang kurang cocok mungkin justru menghambat pertumbuhan.


Disadur dari Earth.com - Plants can smell fast-growing neighbors and change their strategy.




Post a Comment

Lebih baru Lebih lama