Cukup Pakai Cahaya, Pesawat Luar Angkasa di Masa Depan Bisa "Ngebut"

Teknologi metajets memungkinkan pesawat luar angkasa masa depan meluncur hanya dengan kekuatan cahaya, memangkas waktu tempuh antar-bintang secara sangat signifikan.


Teknologi metajets memungkinkan pesawat luar angkasa masa depan meluncur hanya dengan kekuatan cahaya, memangkas waktu tempuh antar-bintang secara sangat signifikan.Ilustrasi dibuat oleh AI.


Ringkasan

  • “Metajets” memungkinkan objek bergerak hanya dengan dorongan cahaya tanpa bahan bakar.
  • Teknologi ini memanfaatkan metasurface untuk mengontrol arah gaya secara presisi.
  • Jika dikembangkan, bisa memangkas perjalanan ke bintang terdekat dari ribuan tahun menjadi puluhan tahun.


PERNAHKAH membayangkan memesan pizza, tapi pesananmu baru sampai puluhan ribu tahun kemudian?


Itulah gambaran kecepatan roket kita saat ini jika harus mengirim barang ke Proxima Centauri, tetangga bintang terdekat Bumi.


Namun, tim peneliti dari Texas A&M University baru saja membagikan kabar gembira yang terdengar seperti fiksi ilmiah. Mereka menemukan cara menggerakkan benda hanya dengan modal cahaya!


Dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal Newton, para ilmuwan berhasil menerbangkan dan mengendalikan perangkat super kecil ke berbagai arah tanpa mesin, tanpa bahan bakar, apalagi sentuhan fisik.


Rahasianya ada pada perangkat bernama metajets.


Apa Itu Metajets?


Bayangkan sebuah material yang jauh lebih tipis dari helai rambut manusia, namun permukaannya dipenuhi dengan pola struktur skala nano.


Material inilah yang disebut sebagai metasurfaces. Ketika sinar laser mengenai permukaan ini, pola-pola nano tersebut akan membelokkan atau menyebarkan cahaya ke arah tertentu.


Karena cahaya memiliki momentum, perubahan arah cahaya ini menciptakan gaya reaksi yang sama besar dan berlawanan arah pada objek tersebut. Sederhananya, cahaya "menendang" objek tersebut saat ia dipantulkan.


Yang keren, kemampuan manuvernya sudah tertanam dalam desain materialnya. Jadi, para peneliti bisa membuat objek ini bergerak menyamping, naik, atau maju hanya dengan mengatur pola nanonya.


Konsep berlayar dengan cahaya sebenarnya bukan hal baru. NASA dan badan antariksa Jepang (JAXA) sudah pernah mencoba teknologi solar sail (layar surya).


Bedanya, layar surya konvensional biasanya cuma bisa didorong maju mengikuti arah cahaya matahari. Nah, metajets ini selangkah lebih maju karena bisa disetir (bermanuver) dengan sangat presisi.


Ini krusial. Pasalnya, kalau pesawat luar angkasa melaju dalam kecepatan ekstrem, meleset satu derajat saja bisa bikin pesawat yang harusnya ke Merkurius malah nyasar ke Jupiter!


Mari bicara angka. Alpha Centauri berjarak sekitar 4,37 tahun cahaya dari kita.


Dengan teknologi roket kimia yang kita punya sekarang, butuh waktu puluhan ribu tahun untuk sampai ke sana. Manusia yang berangkat mungkin sudah jadi fosil sebelum sampai.


Namun, dengan propulsi laser yang sedang dikembangkan ini, kita bisa mempercepat wahana antariksa hingga 20 persen kecepatan cahaya.


Hasilnya? Perjalanan ribuan milenia itu bisa dipangkas menjadi sekitar 20 tahun saja. Masih dalam rentang usia produktif manusia, kan?


Visi ini sejalan dengan proyek ambisius Breakthrough Starshot yang didukung oleh mendiang Stephen Hawking dan miliarder Yuri Milner.


Mengutip dari laman resmi Breakthrough Initiatives, mereka berencana menggunakan light sail yang didorong oleh laser raksasa dari Bumi untuk mengirim ribuan wahana mini ke sistem Alpha Centauri.


Teknologi metajets dari Texas A&M ini bisa menjadi pelengkap sempurna untuk sistem navigasi wahana-wahana mini tersebut agar tidak tersesat di kegelapan ruang angkasa.


Meski terdengar sangat menjanjikan, kita jangan buru-buru berkemas dulu. Saat ini, prototipe metajets masih berukuran mikroskopis.


Tantangan untuk memperbesarnya ke skala pesawat beneran sangatlah besar.


Kita butuh sistem laser yang kekuatannya luar biasa dahsyat, material yang tidak meleleh terkena panas laser, hingga sistem navigasi yang super akurat.


Namun, keberhasilan eksperimen ini membuktikan bahwa cahaya bukan cuma buat menerangi ruangan, tapi juga bisa jadi "bensin" masa depan untuk membawa umat manusia menjelajahi galaksi.


Disadur dari New Atlas - Metajets' could allow future spaceships to be propelled by nothing but light.




Post a Comment

Lebih baru Lebih lama