Kota Jalur Sutra 3.000 Tahun Terungkap di Uzbekistan

Tim arkeolog menemukan kota kuno Jalur Sutra berusia 3.000 tahun di Uzbekistan, mengungkap jejak awal urbanisasi Asia Tengah.


Tim arkeolog menemukan kota kuno Jalur Sutra berusia 3.000 tahun di Uzbekistan, mengungkap jejak awal urbanisasi Asia Tengah.Ilustrasi dibuat oleh AI.


Ringkasan 

  • Kota kuno berusia 3.000 tahun ditemukan di situs Bandikhan II, Uzbekistan.
  • Temuan mengungkap tata kota dan kehidupan masyarakat budaya Yaz pada Zaman Besi awal.
  • Artefak dan struktur menunjukkan adanya aktivitas domestik, produksi, dan perdagangan luas.


SEBUAH penemuan arkeologis kembali membuka tabir sejarah Jalur Sutra. Peneliti dari China dan Uzbekistan berhasil mengungkap kota kuno berusia sekitar 3.000 tahun di wilayah selatan Uzbekistan. 


Situs ini diyakini menjadi salah satu pusat penting pada masa awal perkembangan peradaban perkotaan di Asia Tengah, sekaligus memperkaya pemahaman tentang kehidupan pada Zaman Besi awal.


Kota kuno tersebut berada di situs Bandikhan II, sebuah kawasan luas di oasis Bandikhan, wilayah Surxondaryo. Meski sebenarnya sudah ditemukan sejak 1969, penggalian serius baru dimulai pada 2023. 


Wilayah ini memang dikenal sebagai “harta karun” arkeologi karena dipenuhi gundukan pemukiman kuno yang menyimpan berbagai lapisan sejarah.


Dalam penggalian awal, para arkeolog menemukan sisa-sisa tembok timur kota, sejumlah bangunan, serta ruangan-ruangan yang saling terhubung. 


Temuan ini memberi gambaran konkret tentang tata kota kuno dan aktivitas masyarakatnya. 


Berdasarkan artefak dan struktur yang ditemukan, kota ini diidentifikasi sebagai bagian dari budaya Yaz, sebuah budaya penting dalam kawasan Baktria kuno.


Budaya Yaz sendiri dikenal sebagai salah satu fase penting transisi dari Zaman Perunggu ke Zaman Besi di Asia Tengah. 


Dengan ditemukannya kota ini, para peneliti kini memiliki bukti lebih kuat tentang bagaimana kota-kota awal berkembang, termasuk bagaimana tata ruangnya berubah seiring waktu.


Menariknya, dari total area situs yang mencapai lebih dari 10.000 meter persegi, baru sekitar 300 meter persegi yang berhasil dieksplorasi. 


Meski begitu, temuan awal sudah cukup untuk memastikan bahwa Bandikhan II merupakan salah satu permukiman terbesar dan paling terawat di kawasan tersebut.


Salah satu temuan penting adalah tembok kota dengan penampang berbentuk trapesium, yang menunjukkan teknik konstruksi khas masa itu. 


Di dalam kota, para peneliti menemukan lima ruangan yang saling terhubung. 


Salah satu ruangan diduga sebagai tempat tidur, dilengkapi ceruk kecil di dinding yang kemungkinan digunakan untuk menaruh lampu. Bekas pembakaran berulang pada dinding memperkuat dugaan ini.


Artefak yang ditemukan juga sangat beragam. Pecahan keramik seperti guci, mangkuk, dan piring datar menunjukkan kesamaan dengan situs lain dari budaya Yaz, seperti Kuchuktepa dan Yaztepa. 


Hal ini membantu memastikan identitas budaya penghuni kota tersebut.


Selain itu, ditemukan pula alat-alat batu seperti penggiling dan alu, yang mengindikasikan aktivitas pengolahan biji-bijian di lokasi. 


Artefak logam seperti pisau dan mata panah dari perunggu juga ditemukan, bersama dengan cangkang laut yang mengisyaratkan adanya jaringan perdagangan jarak jauh.


Namun, ada hal unik yang membedakan Bandikhan II dari situs lain, tidak ditemukannya menara pertahanan setengah lingkaran di dinding luar kota. 


Perbedaan ini membuka kemungkinan adanya variasi strategi pertahanan atau perkembangan arsitektur yang berbeda di wilayah tersebut.


Penemuan ini bukan hanya penting secara arkeologis, tetapi juga membuka peluang penelitian lanjutan yang lebih luas. 


Para peneliti berencana memperluas penggalian pada musim berikutnya untuk menggali lebih dalam sejarah kota ini dan memahami perannya dalam jaringan Jalur Sutra.


Sebagai tindak lanjut, program pelatihan arkeologi Jalur Sutra selama dua minggu juga telah diluncurkan. Program ini bertujuan melestarikan warisan budaya sekaligus meningkatkan kapasitas penelitian di kawasan tersebut.


Penemuan Bandikhan II menjadi pengingat bahwa Jalur Sutra bukan sekadar jalur perdagangan, tetapi juga jalur pertukaran budaya, teknologi, dan ide yang membentuk peradaban manusia.


Sumber: Interesting Engineering - 3,000-year-old Silk Road city discovered in ‘treasure trove’ in Uzbekistan


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama