Fenomena langka di Ceko menunjukkan dampak pencemaran dan perubahan iklim yang makin nyata pada ekosistem perairan.
Ilustrasi dibuat oleh AI berdasarkan foto Petr ZnachorRingkasan
- Danau Lipno di Ceko mengalami fenomena es hijau langka akibat ledakan alga (cyanobacteria) yang bertahan hingga musim dingin.
- Kombinasi polusi nutrisi dan pemanasan global menjadi pemicu utama alga tetap hidup di bawah lapisan es.
- Para ilmuwan memperingatkan bahwa kejutan ekologis serupa akan lebih sering terjadi akibat perubahan iklim yang kian ekstrem.
PEMANDANGAN musim dingin biasanya identik dengan hamparan salju putih atau es bening yang berkilau. Namun, ada yang tak biasa di Danau Lipno di Ceko.
Pengunjung disuguhi pemandangan yang tampak seperti dari planet lain, lapisan es berwarna hijau pekat yang menyeramkan.
Fenomena yang terjadi pada Desember 2025 ini bukanlah bagian dari dekorasi Natal, melainkan sinyal bahaya dari alam yang sedang tidak baik-baik saja.
Para peneliti dari Pusat Biologi Akademi Ilmu Pengetahuan Ceko telah mengambil sampel dari danau tersebut. Hasilnya mengonfirmasi bahwa warna hijau tersebut berasal dari cyanobacteria atau alga biru-hijau yang beracun.
Biasanya, alga ini tumbuh subur saat musim panas yang hangat, namun kali ini mereka justru "berpesta" di tengah dinginnya bulan Desember.
Normalnya, populasi alga akan mati atau berkurang drastis saat suhu turun mendekati titik beku. Namun, di Danau Lipno, alga ini tetap bertahan di permukaan air hingga danau membeku.
Ketika lapisan es terbentuk, warna hijau dari kumpulan alga tersebut terjebak di dalamnya, menciptakan apa yang disebut peneliti sebagai "mata cyanobacteria", bercak-bercak hijau yang terlihat jelas menembus es bening.
Kondisi ini dipicu oleh cuaca yang tidak lazim.
"Fenomena ini terjadi karena kombinasi sinar matahari selama berminggu-minggu, cuaca tenang tanpa angin, dan suhu yang lebih hangat dari biasanya di akhir tahun," jelas tim peneliti.
Sinar matahari yang menembus es memungkinkan alga tetap berfotosintesis, sementara cuaca tenang menjaga mereka tetap berkumpul di permukaan.
Danau Lipno adalah waduk terbesar di Ceko, namun ia menderita akibat kelebihan nutrisi atau eutrofikasi. Nutrisi berlebih ini berasal dari limbah industri, limpasan pertanian (pupuk), dan limbah rumah tangga.
Nutrisi seperti fosfor dan nitrogen inilah yang menjadi "makanan utama" bagi alga untuk tumbuh meledak secara tidak terkendali.
Melansir dari laman Lenntech, eutrofikasi adalah masalah serius yang mengurangi kadar oksigen dalam air (hipoksia) ketika alga mati dan membusuk.
Hal ini dapat membunuh ikan dan organisme air lainnya secara massal. Selain itu, cyanobacteria melepaskan toksin yang berbahaya jika bersentuhan dengan kulit manusia atau tertelan oleh hewan peliharaan.
Petr Znachor, seorang hidrobiologis yang terlibat dalam studi ini, menyatakan bahwa es hijau di Danau Lipno adalah bagian dari perubahan jangka panjang yang terkait dengan pemanasan global.
Dengan musim dingin yang semakin pendek dan suhu yang semakin hangat, ekosistem air kehilangan keseimbangan alaminya.
"Ini menunjukkan bahwa kita mungkin akan menyaksikan kejutan serupa lebih sering di masa depan," kata Znachor.
Meskipun alga tersebut akhirnya menghilang setelah salju tebal menutup permukaan dan menghalangi sinar matahari, fenomena ini tetap menjadi bukti nyata bahwa perubahan iklim sedang mengubah wajah planet kita.
Disadur dari Gizmodo - Whoa, Why Has This Frozen Lake Turned Green?
Posting Komentar