Analisis Genetik Manusia Purba Ungkap Asal Orang Jepang

Para peneliti di Universitas Tokyo telah mengungkapkan bahwa arus utama imigran ke Kepulauan Jepang selama periode Yayoi dan Kofun terutama berasal dari Semenanjung Korea. 


Analisis genetik ungkap pola migrasi dari Semenanjung Korea ke Jepang di masa Yayoi. (Gambar ilustrasi dibuat AI/Pikaso/Freepik)
Analisis genetik ungkap pola migrasi dari Semenanjung Korea ke Jepang di masa Yayoi. (Gambar ilustrasi dibuat AI/Pikaso/Freepik)


ngarahNyaho - Tim peneliti menemukan bahwa pada masa Yayoi dan Kofun (300 SM hingga 538 M), mayoritas pendatang ke Kepulauan Jepang berasal dari Semenanjung Korea.


Studi peneliti menganalisis genom lengkap individu “Yayoi” dan menemukan bahwa, di antara populasi non-Jepang, hasilnya menunjukkan susunan genetik paling mirip dengan populasi Korea.


Meskipun masyarakat modern Jepang diketahui memiliki keturunan ganda, penemuan ini memberikan wawasan mengenai rincian pola imigrasi ke kepulauan ini yang sebelumnya membingungkan para peneliti. 


Temuan tim peneliti yang dipimpin oleh Jonghyun Kim dan Jun Ohashi dari Universitas Tokyo dipublikasikan 14 Oktober 2024 di Journal of Human Genetics.


Dari Zaman Jomon hingga Yayoi


Kepulauan Jepang relatif terisolasi pada masa Jomon hingga sekitar tahun 3000 SM. Kemudian, pada masa Yayoi dan Kofun, imigrasi ke pulau-pulau dari benua Asia dimulai.


“Leluhur yang terkait dengan Asia Timur dan Asia Timur Laut menyumbang lebih dari 80% genom inti populasi Jepang modern,” jelas Ohashi, peneliti utama penelitian ini. 


“Namun, bagaimana penduduk Jepang memperoleh keturunan genetik ini—yakni asal muasal imigrasi—belum sepenuhnya dipahami,” lanjut dia seperti dikutip dari Scitech Daily.


Teori Genetik Keturunan Jepang


Berbagai teori telah diajukan untuk menjelaskan keragaman genetik pada populasi modern. Saat ini, dua pesaingnya adalah model pencampuran dua arah dan tiga arah. 


Menurut model dua arah, sumber utama imigrasi pada masa Yayoi dan Kofun adalah sama, sedangkan model tiga arah mengasumsikan dua sumber yang berbeda. 


Untuk menyelidiki model mana yang lebih cocok, para peneliti menganalisis genom inti lengkap seseorang dari Situs Doigahama, situs arkeologi pemakaman zaman Yayoi di prefektur Yamaguchi, Jepang.


Para peneliti membandingkan genom individu periode Yayoi ini dengan genom populasi purba dan modern di Asia Timur dan Asia Timur Laut. 


Perbandingan tersebut menunjukkan kemiripan yang dekat dengan individu-individu periode Kofun yang mempunyai keturunan yang berbeda terkait dengan Jomon, Asia Timur, dan Asia Timur Laut. 


Namun, perbandingan dengan genom modern juga mengungkapkan bahwa individu Yayoi, kecuali populasi Jepang modern, adalah yang paling dekat dengan populasi Korea modern.


Mereka juga memiliki keturunan yang berkerabat dengan Asia Timur dan Asia Timur Laut.


Sumber Utama Imigrasi


“Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa antara periode Yayoi dan Kofun, mayoritas imigran ke Kepulauan Jepang terutama berasal dari Semenanjung Korea,” kata Ohashi. 


“Hasil ini juga berarti bahwa model pencampuran tiga arah, yang menyatakan bahwa kelompok Asia Timur Laut bermigrasi ke Kepulauan Jepang selama periode Yayoi dan kelompok Asia Timur selama periode Kofun, adalah tidak benar.”


Terlepas dari pentingnya temuan ini, Ohashi sudah melihat ke depan. “Karena penelitian kami telah mengidentifikasi asal usul utama para imigran, tujuan kami berikutnya adalah memeriksa genom lebih banyak individu Yayoi."


Tujuannya, lanjut dia, untuk mengklarifikasi mengapa lebih dari 80 persen komponen genom populasi Jepang modern berasal dari imigrasi.


"Dan, bagaimana pencampuran antara orang-orang Asia kontinental dan penduduk asli Jomon berkembang di Kepulauan Jepang,” Ohashi menambahkan. |


Sumber: Scitech Daily

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama