Komputer kuantum berpotensi memecahkan enkripsi modern lebih cepat dari perkiraan, mengancam keamanan digital global dalam waktu dekat.
Ringkasan
- Komputer kuantum berpotensi membobol enkripsi modern dengan hanya ~10.000 qubit, jauh lebih kecil dari perkiraan lama.
- Teknologi ini berkembang cepat, meski saat ini masih belum mencapai kapasitas tersebut.
- Upaya pengembangan enkripsi tahan-kuantum sedang dilakukan untuk mencegah krisis keamanan global.
ERA komputasi kuantum yang selama ini digadang-gadang sebagai lompatan teknologi besar ternyata menyimpan sisi gelap.
Kemampuan komputer kuantum untuk membobol sistem enkripsi modern kini diperkirakan jauh lebih dekat dari yang sebelumnya dipikirkan para ilmuwan.
Komputer kuantum bekerja menggunakan qubit, versi kuantum dari bit dalam komputer klasik.
Berbeda dengan bit biasa yang hanya bernilai 0 atau 1, qubit dapat berada dalam banyak keadaan sekaligus berkat fenomena superposisi dan entanglement.
Ini memungkinkan komputer kuantum menyelesaikan masalah kompleks yang hampir mustahil ditangani komputer konvensional.
Namun, kekuatan ini juga menjadi ancaman serius. Sistem keamanan digital saat ini, mulai dari transaksi perbankan hingga mata uang kripto, bergantung pada metode enkripsi seperti elliptic-curve cryptography (ECC) dan RSA 2048-bit.
Jika komputer kuantum cukup kuat, sistem ini bisa runtuh.
Selama ini, para peneliti memperkirakan dibutuhkan sekitar 20 juta qubit untuk membobol enkripsi tersebut.
Namun studi terbaru dari tim California Institute of Technology (Caltech) menunjukkan angka itu bisa ditekan drastis menjadi hanya sekitar 10.000 qubit.
Saat ini, teknologi tersebut memang belum sampai ke tahap itu. Pada akhir 2025, Caltech baru berhasil mengembangkan sistem sekitar 6.100 qubit.
Sementara itu, sebagian besar komputer kuantum komersial masih berada di kisaran 1.000 qubit. Meski begitu, penurunan kebutuhan ini menjadi sinyal bahwa “kiamat enkripsi” mungkin lebih dekat dari perkiraan.
Kunci dari kemajuan ini adalah arsitektur baru dalam koreksi kesalahan kuantum. Qubit dikenal sangat rapuh dan mudah terganggu oleh gangguan lingkungan seperti panas atau decoherence.
Untuk mengatasinya, ilmuwan menggunakan teknik khusus agar sistem tetap stabil dan dapat diandalkan.
Dalam eksperimen terbaru, peneliti menggunakan teknologi optical tweezers, laser presisi tinggi, untuk mengatur posisi atom-atom qubit.
Metode ini memungkinkan interaksi yang lebih fleksibel antar-qubit, meningkatkan efisiensi komputasi secara signifikan.
Dengan pendekatan ini, para peneliti memperkirakan bahwa komputer kuantum dengan sekitar 9.998 qubit bisa membobol ECC dalam waktu sekitar 1.000 hari.
Jika jumlahnya meningkat menjadi 26.000 qubit, waktu tersebut bisa dipangkas menjadi hanya satu hari. Untuk enkripsi RSA 2048-bit, dibutuhkan sekitar 100.000 qubit dengan waktu komputasi sekitar 10 hari.
Penelitian lain dari Google bahkan menyebutkan bahwa dengan 500.000 qubit, sistem enkripsi modern bisa dihancurkan hanya dalam hitungan menit.
Angka-angka ini memang masih jauh dari kemampuan teknologi saat ini, tetapi menunjukkan percepatan yang signifikan dibanding prediksi sebelumnya.
Meski terdengar mengkhawatirkan, para ilmuwan menegaskan bahwa dunia tidak akan langsung jatuh ke tangan “peretas kuantum”.
Upaya untuk mengembangkan enkripsi tahan-kuantum (post-quantum cryptography) juga terus dilakukan.
Lembaga seperti National Institute of Standards and Technology bahkan sudah mulai menstandarisasi algoritma kriptografi baru yang dirancang agar tetap aman meski dihadapkan pada komputer kuantum.
Dalam konteks yang lebih luas, perlombaan antara kemampuan membobol dan melindungi data ini mencerminkan “perlombaan senjata digital” yang semakin kompleks.
Jika dulu ancaman ini hanya sebatas teori, kini ia mulai memasuki fase nyata.
Para peneliti mengingatkan bahwa transisi menuju sistem keamanan baru harus dilakukan sebelum teknologi kuantum benar-benar matang.
Jika terlambat, data sensitif yang dienkripsi hari ini bisa saja disimpan oleh pihak tertentu dan dibuka di masa depan saat teknologi sudah cukup kuat.
Sumber: Popular Mechanics — The Quantum Encryption Apocalypse Is Closer Than You Think, Scientists Say

Posting Komentar