Pengemudi sering kaget saat mobil lambat yang disalip tiba-tiba sudah muncul lagi tepat di belakang. Nah, fenomena ini kini dijelaskan secara matematis.
Ringkasan
- Fenomena mobil lambat yang “menyusul kembali” dijelaskan lewat model probabilitas sederhana.
- Peluang kejadian ditentukan oleh selisih waktu, durasi lampu, dan proporsi lampu merah.
- Semakin banyak lampu lalu lintas, semakin besar kemungkinan fenomena ini terjadi.
KAMU menyalip mobil dan, lalu yakin sudah meninggalkannya jauh di belakang. Namun, saat berhenti di lampu merah berikutnya, mobil itu justru muncul lagi tepat di belakang kendaraanmu.
Fenomena yang terasa “aneh” ini bahkan sering diibaratkan seperti karakter Jason Voorhees, yang berjalan santai, tapi entah bagaimana selalu berhasil mengejar korbannya.
Dalam studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal Royal Society Open Science, peneliti Conor Boland dari Dublin City University menunjukkan bahwa fenomena ini bukan sekadar ilusi.
Dia menjelaskannya dengan matematika sederhana. Ia menyebutnya sebagai “Hukum Voorhees” dalam lalu lintas.
Secara intuitif, dua kendaraan dengan kecepatan berbeda seharusnya tiba di titik yang sama pada waktu berbeda. Namun, kenyataan di jalan tidak sesederhana itu.
Faktor penting yang sering diabaikan adalah lampu lalu lintas, yang siklus merah-hijaunya tidak selalu sinkron dengan waktu kedatangan kendaraan.
Alih-alih menganalisis arus lalu lintas secara keseluruhan, Boland memfokuskan pada interaksi sederhana antara dua mobil.
Dalam modelnya, lampu lalu lintas dianggap sebagai variabel acak. Saat kamu menyalip dan memperoleh keunggulan waktu, kamu tidak tahu apakah lampu di depan sedang hampir berubah merah atau hijau.
Dengan pendekatan probabilitas, Boland merumuskan peluang bahwa mobil yang lebih lambat akan menyusul kembali di lampu merah berikutnya.
Menariknya, peluang ini hanya bergantung pada tiga faktor utama:
- Selisih waktu yang Anda peroleh saat menyalip
- Durasi total siklus lampu (merah dan hijau)
- Proporsi waktu lampu berada dalam kondisi merah
Hukum Voorhees dalam lalu lintas
Hasilnya cukup mengejutkan. Jika keunggulan waktu Anda cukup besar dibanding durasi lampu merah, maka mobil yang disalip hampir pasti tidak akan menyusul.
Namun, dalam situasi umum, seperti menyalip singkat di jalan ramai, keunggulan waktu biasanya kecil. Dalam kondisi ini, peluang mobil tersebut “muncul kembali” justru meningkat tajam.
Inilah yang disebut Boland sebagai “Hukum Voorhees”: semakin kecil keuntungan waktumu, semakin besar kemungkinan mobil yang lebih lambat akan kembali berada di belakang kamu di lampu merah berikutnya.
Lebih jauh lagi, model ini menunjukkan bahwa pada perjalanan perkotaan dengan banyak lampu lalu lintas, peluang kejadian “tersusul kembali” akan terus meningkat di setiap persimpangan.
Tak heran jika fenomena ini terasa hampir tak terhindarkan saat berkendara di kota besar.
Selain menjelaskan fenomena fisik, studi ini juga menyentuh aspek psikologis.
Kita cenderung lebih mengingat kejadian yang terasa janggal atau menjengkelkan, seperti saat mobil yang sudah kita salip tiba-tiba muncul lagi.
Dengan kata lain, bukan hanya sering terjadi, tetapi juga lebih mudah diingat.
Penelitian ini membuka peluang baru dalam pemodelan lalu lintas yang lebih realistis, terutama dalam memahami interaksi antar kendaraan di tingkat mikro.
Dalam jangka panjang, pendekatan semacam ini bisa membantu perencanaan sistem lampu lalu lintas yang lebih efisien.
Sumber: Phys.org - Voorhees law explains why the slower car often catches up

Posting Komentar