Betapa kompleks, berbahaya, sekaligus menakjubkannya kehidupan sosial monyet terbesar di dunia itu.
Ringkasan
- Mandrill adalah monyet terbesar di dunia dan dapat hidup dalam kawanan hingga 800 ekor.
- Jantan memiliki warna wajah mencolok, gigi besar, dan ukuran tubuh jauh lebih besar dari betina.
- Meski omnivor yang tenang, mandrill dapat menjadi sangat agresif dalam kondisi persaingan.
DI Taman Nasional Lopé, Gabon, mandril, primata terbesar ini dikenal membentuk kelompok raksasa yang disebut horde. Anggota kelompok ini bisa mencapai 800 ekor.
Meski sering disangka kera akibat ekornya yang sangat pendek, mandrill (Mandrillus sphinx) sebenarnya adalah monyet Dunia Lama.
Mereka asli hutan hujan Afrika Tengah dan kini dikenal luas berkat ciri visual jantan yang sangat ikonik: wajah biru mencolok, hidung merah, janggut kekuningan, dan posterior berwarna-warni.
Bagi penggemar The Lion King, ini adalah spesies yang menginspirasi karakter Rafiki, meskipun versi filmnya lebih mirip kombinasi mandrill dan babun.
Mandrill menunjukkan dimorfisme seksual ekstrem, sebuah istilah keren untuk menyebut bahwa jantan dan betina terlihat sangat berbeda.
- Jantan: besar, penuh warna, dan, yang paling menonjol, memiliki gigi tajam sepanjang lebih dari 5 cm.
- Betina: lebih kecil, warnanya lebih suram, namun tetap sangat gesit dan tidak kalah galak saat hidup berkelompok.
Menurut Africa Geographic, ukuran kelompok mandrill adalah yang terbesar di antara seluruh primata non-manusia yang pernah dicatat.
Ini membuat mereka menjadi salah satu primata dengan dinamika sosial paling kompleks di dunia.
Melihat giginya yang besar, orang mungkin mengira mandrill adalah predator ganas. Faktanya, mereka omnivora yang makanannya justru cukup santai: buah, jamur, akar, serangga, dan kadang reptil kecil.
Namun, situasinya berubah drastis ketika ada perebutan makanan, wilayah, atau pasangan. Jantan mandrill bisa mencapai 50 kilogram, dan itu cukup membuat mereka berbahaya saat sedang kesal.
Sebuah penelitian tahun 2006 mencatat kisah yang terekspos seperti sinetron alam liar. Seekor jantan kalah bertarung melawan jantan lain, lalu diserang oleh kelompok betina.
Ketika jantan lain mencoba ikut “menghajar”, para betina justru mengusirnya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa koalisi betina punya peran penting dalam dinamika sosial mandrill, termasuk dalam memilih siapa yang boleh atau tidak boleh bergabung dalam kelompok besar.
Para peneliti menduga bahwa kelompok raksasa ini terbentuk untuk:
- mengurangi risiko serangan predator,
- memudahkan pencarian makanan musiman,
- dan memungkinkan jantan dominan mengelola akses reproduksi dalam populasi besar.
Dalam istilah sederhana, mandrill hidup dalam “megacity” versi hutan hujan.
Meski mereka tidak sengaja mengganggu manusia, berada di tengah kawanan 800 mandrill, dengan gigi 5 cm dan kekuatan luar biasa, bukan hal yang disarankan.
Mereka mungkin terlihat “keren banget”, tetapi ini tetap satwa liar dengan dinamika sosial intens.
Disadur dari IFL Science.

Posting Komentar