Lirik Lagu Punya Kekuatan Ajaib Ubah Perilaku dan Emosi Kita

Lirik lagu yang kita dengar setiap hari ternyata mampu memengaruhi perilaku sosial, kondisi emosional, hingga cara kita memandang dunia.


Lirik lagu yang kita dengar setiap hari ternyata mampu memengaruhi perilaku sosial, kondisi emosional, hingga cara kita memandang dunia.Ilustrasi: rawpixels/Freepik


Ringkasan

  • Analisis terbaru menunjukkan bahwa lirik lagu secara aktif membentuk pikiran, perasaan, dan tindakan nyata para pendengarnya.
  • Lirik positif (prososial) dapat meningkatkan empati dan kedermawanan, sementara lirik agresif berisiko memicu permusuhan.
  • Lirik lagu terbukti lebih mengganggu fokus kognitif dibandingkan musik instrumental karena otak otomatis memproses informasi bahasa.


MUSIK bukan lagi sekadar hiburan di telinga, ia telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup modern. Rata-rata orang menghabiskan waktu sekitar tiga jam sehari untuk mendengarkan musik. 


Namun, sebuah studi komprehensif yang diterbitkan dalam jurnal Psychology of Music mengungkapkan fakta menarik. Kata-kata dalam lagu bukan cuma pelengkap melodi, tapi stimulus psikologis yang bisa mengubah tindakan kita secara nyata.


Pablo Marín Liébana, profesor dari University of Valencia, bersama timnya melakukan tinjauan sistematis terhadap 82 studi untuk membedah bagaimana lirik lagu bekerja di dalam otak kita. 


Hasilnya? Efeknya sangat terukur, mulai dari seberapa banyak kita memberikan donasi hingga bagaimana sikap kita terhadap orang lain.


Penelitian ini menemukan bahwa lirik bertema "prososial", yang berisi pesan kebaikan dan tolong-menolong, memiliki dampak positif yang signifikan. 


Pendengar lagu jenis ini cenderung lebih murah hati dalam memberikan donasi ke yayasan amal, lebih dermawan saat memberi tip di restoran, hingga lebih ringan tangan saat melihat orang lain menjatuhkan barang.


Sebaliknya, lirik yang mengandung kekerasan atau pesan agresif berkaitan erat dengan peningkatan rasa permusuhan. 


Dalam uji laboratorium, mereka yang mendengarkan lagu agresif lebih cenderung menunjukkan perilaku tidak bersahabat, seperti mengemudi secara ugal-ugalan dalam simulasi.


Pernah merasa sulit fokus belajar sambil mendengarkan lagu berlirik? Kamu tidak sendirian. Studi ini mengonfirmasi bahwa lagu dengan lirik jauh lebih mendistraksi dibandingkan musik instrumental. 


Otak manusia secara otomatis memproses informasi linguistik (bahasa) dalam lirik, sehingga sumber daya kognitif kita terbagi. Akibatnya, kinerja pada tugas yang membutuhkan pemahaman bacaan dan memori verbal pun menurun.


Lirik juga berperan dalam pembentukan sikap jangka panjang. Lagu-lagu yang mempromosikan kesetaraan dikaitkan dengan sikap yang lebih positif terhadap perempuan dan berkurangnya prasangka. 


Di sisi lain, lirik yang mengobjektifikasi tubuh atau menonjolkan narasi seksual secara berlebihan dapat memengaruhi remaja untuk memulai aktivitas seksual lebih dini atau memandang orang lain hanya dari sudut pandang seksual saja.


Mengutip dari penelitian di Scientific Reports, lirik lagu dalam beberapa dekade terakhir memang cenderung menjadi lebih sederhana, lebih pribadi, dan lebih emosional secara negatif.


Lirik lagu sering menggunakan kata-kata yang berkaitan dengan kemarahan atau kesedihan. Hal ini memperkuat urgensi bagi pendengar untuk lebih kritis terhadap apa yang mereka konsumsi.


Marín Liébana menekankan pentingnya "pendidikan musik kritis". Banyak orang merasa lirik tidak berpengaruh pada mereka karena merasa memiliki otonomi pribadi. Padahal, lirik bekerja secara halus di bawah sadar. 


Dengan belajar menganalisis narasi dalam lagu, kita bisa lebih cerdas dalam memilah 'playlist' mana yang benar-benar memberikan dampak sehat bagi mental kita.


Disadur dari PsyPost.


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama