Julurkan Lidahmu, 'Dokter AI' Beri Tahu Kondisi Kesehatanmu

Dengan memperbarui diagnosis kesehatan kuno dengan pembelajaran mesin modern, para peneliti mengembangkan sistem yang dapat ungkap berbagai kondisi medis hanya dengan melihat lidah.


Ahli mengembangkan sistem untuk ungkap kesehatan dengan melihat kondisi lidah. (Foto Ilustrasi: Freepik)
Ahli mengembangkan sistem untuk ungkap kesehatan dengan melihat kondisi lidah. (Foto Ilustrasi: Freepik)


ngarahNyaho - Dokter kerap kali meminta untuk melihat lidah pasiennya, dan, ya, ada alasan yang sangat kuat untuk itu. Warna dan kondisi lidah bisa mengungkapkan banyak hal tentang kondisi tubuh kita.


Meskipun teknik ini mulai dikenal dalam pengobatan barat pada abad ke-17, sebenarnya teknik ini telah digunakan dalam pengobatan tradisional Cina sejak sekitar tahun 1115.


Memahami pentingnya analisis lidah yang baik, para peneliti dari Middle Technical University (MTU) di Irak dan University of South Australia (UniSA) melakukan serangkaian pengujian.


Mereka memutuskan untuk melihat apakah mereka dapat sedikit membakukan berbagai hal dan memberikan akurasi yang lebih dalam praktiknya.


Mereka melatih sistem pembelajaran mesin pada 5.260 gambar lidah yang diambil dalam berbagai kondisi pencahayaan. Mereka juga memberikan serangkaian gambar dari individu dengan kondisi kesehatan tertentu termasuk asma, diabetes, dan anemia. 


Kemudian mereka menguji sistem tersebut dengan menempatkan kamera 20 cm dari lidah pasien dan meminta sistem untuk membuat diagnosis. Itu benar 98 persen persen, dan menawarkan hasilnya secara real time.


Seorang peneliti mendemonstrasikan bagaimana kamera menangkap gambar lidah dan menganalisanya untuk mencari penyakit. (Foto: Middle Technical University)
Seorang peneliti mendemonstrasikan bagaimana kamera menangkap gambar lidah dan menganalisanya untuk mencari penyakit. (Foto: Middle Technical University)


“Warna, bentuk, dan ketebalan lidah dapat mengungkap serangkaian kondisi kesehatan,” kata profesor MTU dan UniSA Ali Al-Naji, yang memimpin penelitian tersebut. 


Biasanya, penderita diabetes memiliki lidah berwarna kuning; pasien kanker memiliki lidah berwarna ungu dengan lapisan berminyak yang tebal.


Pasien stroke akut memiliki lidah berwarna merah dengan bentuk yang tidak biasa, sementara lidah putih dapat mengindikasikan anemia. 


Orang dengan kasus COVID-19 yang parah memiliki lidah yang berwarna kuning cenderung memiliki lidah berwarna merah tua. Lidah berwarna nila atau ungu menunjukkan masalah pembuluh darah dan pencernaan atau asma.


Menurut Harvard Health, lidah yang sehat harus simetris, kurang lebih berwarna merah muda terang dan boleh saja jika ada sedikit lapisan putih. 


Pada populasi Mediterania, Asia, dan Afrika, lidah yang sehat mungkin juga memiliki warna sedikit keunguan atau kecokelatan. Apa pun di luar itu, bisa segera ke dokter untuk mengetahui kondisi tubuh.


Al-Naji mengatakanbahwa teknologi yang sedang ia dan timnya kembangkan akan dapat dengan mudah diintegrasikan ke dalam ponsel pintar. 


Tes semacam itu dapat berfungsi ganda sebagai cara untuk menyaring kasus COVID. Penelitian pada tahun 2022 di Ukraina menemukan, 99 persen kasus virus yang parah menunjukkan lidah berwarna merah tua.


Penelitian Al-Naji dan rekan-rekannya itu telah dipublikasikan di jurnal Technologies. |


Sumber: New Atlas

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama