Mengulik Kandungan Glukosinolat yang Bikin Brokoli Bisa Lawan Kanker

Penelitian terbaru mengidentifikasi gen penting dalam brokoli yang meningkatkan senyawa pelawan kanker, sehingga menjanjikan varietas tanaman Brassica ini yang lebih sehat.


(Foto Ilustrasi: vecstock/Freepik)
(Foto Ilustrasi: vecstock/Freepik)


ngarahNyaho - Brokoli terkenal dengan manfaat kesehatannya, terutama karena kaya akan kandungan glukosinolat (GSL), yang memiliki sifat anti-karsinogenik dan antioksidan. 


Meskipun terdapat penelitian ekstensif terhadap spesies Brassica ini, dasar genetik keanekaragaman GSL masih belum jelas. Memahami mekanisme ini sangat penting untuk meningkatkan nilai gizi brokoli.


Penelitian sebelumnya telah mengidentifikasi berbagai struktur GSL, namun gen spesifik dan perannya dalam biosintesis GSL memerlukan eksplorasi lebih lanjut. 


Mengatasi kesenjangan ini sangat penting untuk mengembangkan tanaman Brassica yang ditingkatkan secara genetis dengan manfaat kesehatan yang lebih baik.


Pemetaan genomik 


Sebuah studi terbaru menyajikan kumpulan genom brokoli dalam skala kromosom. Studi ini menggunakan teknologi sekuensing canggih untuk memberikan analisis rinci tentang biosintesis GSL.


Hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Pertanian Hunan di Cina tersebut diterbitkan dalam jurnal Horticulture Research.


Penelitian ini berhasil merakit genom brokoli skala kromosom berkualitas tinggi menggunakan pembacaan PacBio HiFi canggih dan teknologi Hi-C.


Hasilnya mencapai ukuran total genom sebesar 613,79 Mb dan contig N50 sebesar 14,70 Mb. 


Peta genom terperinci ini memungkinkan identifikasi gen-gen kunci yang terlibat dalam biosintesis GSL, termasuk gen penting methylthioalkylmalate synthase 1 (MAM1).


Penelitian menunjukkan bahwa ekspresi berlebih BoMAM1 pada brokoli secara signifikan meningkatkan akumulasi C4-GSL, sehingga menyoroti peran pentingnya dalam biosintesis GSL. 


Selain itu, penelitian ini memberikan wawasan tentang mekanisme evolusi yang berkontribusi terhadap keragaman profil GSL di antara spesies Brassica yang berbeda. 


Temuan ini menawarkan pemahaman komprehensif tentang faktor genetik yang mempengaruhi produksi GSL, yang penting untuk studi genetik di masa depan dan pengembangan tanaman Brassica dengan sifat nutrisi yang ditingkatkan.


“Temuan kami memberikan pemahaman komprehensif tentang faktor genetik yang mempengaruhi biosintesis GSL pada brokoli," ujar Junwei Wang, penulis studi tersebut. 


"Pengetahuan ini sangat penting untuk perbaikan genetik di masa depan dan meningkatkan nilai gizi tanaman Brassica.”


Studi genomik ini menawarkan sumber daya berharga untuk program pemuliaan molekuler yang bertujuan meningkatkan kandungan nutrisi brokoli dan tanaman Brassica lainnya. 


Dengan memahami dasar genetik biosintesis GSL, para peneliti dapat mengembangkan varietas dengan manfaat kesehatan yang lebih baik.


Hal tersebut, pada akhirnya, diharapkan berkontribusi terhadap kesehatan dan nutrisi manusia yang lebih baik. | Sumber: Scitech Daily

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama