Saat kita tidur, neuron dalam area memori otak mungkin melakukan lebih dari sekadar mengingat kejadian sebelumnya, tapi juga bersiap menghadapi kejadian di masa depan.
(Foto Ilustrasi: KATRIN BOLOVTSOVA/Pexels)
ngarahNyaho! - Tim peneliti dari Universitas Michigan, Amerika Serikat, meneliti pengukuran gelombang otak dari tikus selama periode terjaga dan tidur.
Pembacaan diperoleh sebelum, selama, dan setelah hewan menyelesaikan uji coba labirin untuk menilai preferensi sel saraf di luar labirin, seperti selama interval istirahat.
“Kami mengatasi tantangan ini dengan menghubungkan aktivitas setiap neuron dengan aktivitas semua neuron lainnya," kata ahli anestesi Kamran Diba, dari Universitas Michigan.
"Kemampuan untuk melacak preferensi neuron bahkan tanpa stimulus merupakan terobosan penting bagi kami,” lanjut Diba seperti dikutip dari WION.
Teknik inovatif ini memungkinkan para ilmuwan untuk tidak hanya mengkorelasikan area sebenarnya di labirin dengan aktivitas neuron tertentu secara real-time.
Hal tersebut juga bekerja mundur dan memetakan aktivitas neuron ke titik-titik di labirin saat tikus sedang tidur.
Tikus-tikus itu tak hanya bermimpi tentang lokasi yang telah mereka jelajahi, namun juga memikirkan kemungkinan jalur baru, berdasarkan pada neuron yang aktif selama tidur dan selama percobaan labirin berikutnya.
Ini adalah hasil penting dalam penelitian penyesuaian spasial, yaitu hubungan antara aktivitas neuron tertentu dan tempat tertentu.
Penyetelan ini merupakan proses yang dinamis, dan otak yang sedang tidur tampaknya terlibat.
Ketika tikus kembali ke labirin setelah istirahat, aktivitas otak yang direkam selama tidurnya memprediksi cara baru mereka menjelajahi lingkungan.
Meskipun kecocokannya tidak tepat, namun cukup dekat untuk menunjukkan bahwa mimpi dan niat masa depan saling terkait.
Tidur diketahui membantu pembentukan memori, dan meskipun penelitian ini hanya mengamati tikus, hal serupa mungkin terjadi pada otak manusia, semacam latihan untuk kejadian di masa depan.
“Untuk pertama kalinya dalam makalah ini, kami mengamati bagaimana neuron individu ini menstabilkan representasi spasial selama waktu istirahat,” kata Dr. Caleb Kemere, ahli saraf di Rice University.
“Kami membayangkan bahwa beberapa neuron mungkin mengubah representasinya – mencerminkan pengalaman yang kita semua alami saat bangun tidur dengan pemahaman baru tentang suatu masalah.” [ Sumber: WION | Sci.news ]

Posting Komentar