Tak perlu repot untuk membawa bahan bangunan dari Bumi bila ingin mengembangkan infrastruktur di Bulan.
ngarahNyaho - Membangun infrastruktur di Bulan tentu banyak tantangannya, termasuk menyiapkan bahan bangunan. Mengangkut material dari Bumi mahal dan tidak efisien.
Hal ini mendorong penelitian untuk memanfaatkan bahan mentah yang ditemukan di permukaan bulan. Namun, memproses sumber daya bulan ini membutuhkan tenaga yang besar.
Nah, tim peneliti dari Laboratory for Emerging Energy Research (LEER) Universitas Waterloo sedang berupaya untuk menangani masalah tersebut.
Mereka sedang mengeksplorasi cara mengolah regolit bulan, lapisan tanah dan debu paling atas di bulan, menjadi bahan yang dapat digunakan untuk mendukung kehidupan, pembangkit energi, dan konstruksi.
Ini termasuk penggunaan material satelit yang sudah tidak berfungsi sebagai sumber bahan bakar bila dicampur dengan regolit bulan.
“Regolit bulan mengandung banyak debu logam yang terikat dengan oksigen,” jelas Connor MacRobbie, kandidat PhD di Universitas Waterloo.
“Karena sudah mengandung oksigen, kita dapat memanfaatkannya, tanpa memerlukan oksigen di atmosfer untuk menghasilkan energi panas melalui reaksi termit.
"Hal itu sangat berguna di ruang angkasa di mana oksigen tidak tersedia,” MacRobbie menjelaskan sebagaimana dikutip dari Earth.com.
Tim LEER melakukan eksperimen menggunakan regolit “bulan” simulasi yang disintesis dan dipasok oleh NASA.
Mereka menguji berbagai komposisi bahan bakar dan oksidator serta ukuran partikel untuk mengontrol laju pelepasan energi dari reaksi termit berbasis ruang untuk keperluan pemanasan atau produksi.
“Hasilnya menunjukkan kelayakan lapisan tanah atas bulan untuk mendukung perkembangan bulan, memungkinkan manusia menjelajahi dan menghuni permukaan bulan,” kata Dr. John Wen, direktur LEER.
Tim kini fokus pada peningkatan ekstraksi logam dan bahan berguna lainnya dari regolit dan merancang proses otomatis untuk mendukung pemanfaatan sumber daya in-situ dan ekonomi ruang sirkular.
Mengatasi sampah luar angkasa
Selain meneliti kemungkinan membuat infrastruktur berbahan regolit, Tim Peneliti LEER juga kini berupaya untuk mendaur ulang sampah luar angkasa menjadi sumber bahan bakar.
Jutaan keping puing yang bergerak cepat antara orbit Bumi dan bulan merupakan Ancaman signifikan lainnya terhadap masa depan umat manusia di luar angkasa.
“Satelit yang sudah tidak berfungsi memiliki potensi nilai yang sangat besar,” kata MacRobbie.
“Mereka terbuat dari banyak bahan berguna, termasuk aluminium, yang jika ditambahkan ke regolit bulan, dapat menghasilkan reaksi termit dan menghasilkan panas.”
Pemanfaatan reaksi termit untuk memanfaatkan kembali puing-puing ruang angkasa juga menyediakan bahan untuk memelihara dan mengembangkan sistem satelit surya di ruang angkasa.
Dengan demikian, memastikan pasokan listrik untuk eksplorasi ruang angkasa lebih lanjut.
Hasil penelitian dari tim di LEER itu diterbitkan oleh International Astronautical Federation. [Sumber: Earth]

Posting Komentar