Mencari Suhu yang Lebih Nyaman, Mangrove Ternyata Bergerak Menuju Kutub

Para ilmuwan telah melacak migrasi mangrove selama beberapa dekade, sebuah fenomena yang terjadi di seluruh dunia.


(Foto Ilustrasi: Alexey Demidov/Pexels)
(Foto Ilustrasi: Alexey Demidov/Pexels)


ngarahNyaho - Mangrove adalah pohon yang membutuhkan air asin untuk tumbuh subur dan berakar di sepanjang garis pantai. 


Akar-akar tersebut akhirnya menjadi massa kusut yang pada akhirnya memerangkap endapan dan membentuk penyangga seperti daratan antara gelombang laut dan garis pantai yang sebenarnya. 


Penyangga tersebut telah lama melindungi wilayah pesisir dari erosi dan kerusakan akibat angin topan dan tsunami sekaligus menyedot karbon dari udara. 


Namun, selain air asin, hutan bakau juga memerlukan lokasi yang suhunya tidak pernah turun hingga mencapai titik beku. Itu sebabnya pohon-pohon ini banyak ditemukan di daerah tropis dan subtropis.


Mengutip Popular Mechanics, dalam artikelnya di Scientific American, penulis Michael Adno berbicara dengan ahli ekologi Ilka Feller.


Sang ilmuwan mulai menyelidiki pergerakan hutan bakau lebih dari dua dekade lalu ketika dia mencatat bahwa tanaman tersebut muncul di lokasi yang lebih jauh ke utara dibandingkan yang diyakini sebelumnya. 


Pergerakan ini tidak berhenti, mendorong perbatasan daerah subtropis semakin dekat ke kutub. Di Amerika Utara, hal ini berarti hutan bakau paling utara kini telah bergeser ke utara melewati garis Florida-Georgia.


Dan menurut sebuah artikel yang diterbitkan oleh US Fish and Wildlife Service, Feller bukanlah satu-satunya ahli ekologi yang memperhatikan hal ini. 


Ahli ekologi pesisir Ches Vervaeke ingat pernah melihat pohon-pohon ini pada bulan Januari 2024. “Astaga, ada hutan bakau di Georgia,” kata Varvaeke.


“Ini adalah perubahan iklim, tidak dapat disangkal, ini buktinya," lanjut dia. 


"Anda dapat mengajak masyarakat keluar dan menunjukkan kepada mereka pohon-pohon yang tidak seharusnya ada di sini. Ini adalah tanaman tropis yang bermigrasi ke utara karena perubahan iklim.”


Pergeseran ini tidak hanya terjadi di Florida, tapi di seluruh dunia, menurut artikel di Popular Mechanics. Hal ini tidak hanya berdampak pada pepohonan. 


Mangrove telah terbukti menjadi rumah yang kuat bagi banyak makhluk hidup dan pergerakannya dapat menyediakan area baru bagi hewan dan burung. 


Hal ini juga dapat menghilangkan habitat bagi spesies lain, karena hutan bakau sering kali menggantikan daerah rawa.


Samantha Chapman—seorang profesor biologi di Universitas Villanova—mengatakan kepada Scientific American bahwa tidak semua wilayah akan mengalami transisi penuh.


“Saya pikir tempat-tempat ini akan menjadi matriks rawa asin dan hutan bakau,” katanya. | Sumber: Popular Mechanics

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama