Psikolog dari Korea Selatan mengamati data dari hampir 13 ribu orang untuk mengetahui pengaruh zodiak dengan 'wellbeing' atau kesejahteraan mental.
ngarahNyaho! - Banyak yang penasaran dengan ramalan bintang dan berharap mendapat kabar gembira. Tapi benarkah zodiak kita berpengaruh pada kesejahteraan mental kita?
Nah, Mohsen Joshanloo, psikolog dari Universitas Keimyung, Korea Selatan, mengamati data 12.791 orang dan mengukur kesejahteraan mereka berdasarkan delapan komponen, yakni:
- ketidakbahagiaan umum,
- gejala depresi,
- tekanan psikologis,
- ketidakpuasan kerja,
- ketidakpuasan finansial,
- persepsi kebodohan dalam hidup,
- kesehatan yang dinilai sendiri,
- dan ketidakbahagiaan dengan pernikahan.
Peneliti kemudian melihat tanggal lahir mereka untuk melihat apakah zodiak yang mereka anggap berdampak pada kesejahteraan mereka.
Hasilnya, hampir tidak ada hubungan sama sekali!
Hasilnya, hampir tidak ada hubungan sama sekali!
“Efeknya hampir nol pada semua hasil kesejahteraan yang diperiksa," tulis peneliti yang mempublikasikan laporan studinya di jurnal Kyklos seperti dikutip dari IFL Science.
"Hasil ini sejalan dengan penelitian empiris masa lalu yang secara umum gagal menemukan bukti yang mendukung klaim astrologi tentang ciri-ciri kepribadian atau hasil pernikahan,” jelas peneliti.
“Hasilnya bertentangan dengan klaim astrologi bahwa tanda-tanda zodiak membentuk kecenderungan, takdir, dan kerentanan seseorang untuk merasa bahagia atau sukses,” tambahnya.
Di antara banyak kepercayaan astrologi yang dianut oleh orang-orang, sering kali dirasakan bahwa zodiak mempunyai pengaruh terhadap kepribadian, hasil kehidupan, dan kesejahteraan seseorang.
Namun, sains telah menguji klaim ini berkali-kali dan belum menemukan sedikit pun bukti yang menegaskan teori bahwa benda langit mempengaruhi kehidupan manusia dalam arti mistik.
Studi terbaru menyimpulkan dengan mengatakan bahwa penelitian tersebut menyoroti perlunya menunjukkan kepada masyarakat bahwa astrologi adalah ilmu semu murni yang tidak memiliki landasan nyata.
“Temuan ini menggarisbawahi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kurangnya bukti ilmiah yang mendukung keyakinan astrologi melalui inisiatif pendidikan masyarakat yang kuat.
“Inisiatif semacam ini dapat memainkan peran penting dalam meningkatkan literasi ilmiah dan keterampilan berpikir kritis," lanjut peneliti.
"(Itu) membekali individu dengan alat rasional untuk membuat keputusan dan menantang keyakinan pseudoscientific yang kurang memiliki dukungan empiris,” penulis studi tersebut menyimpulkan. | Sumber: IFL Science

Posting Komentar