Tim peneliti dari University of Toyama mengulas kelebihan dan kekurangan pembelajaran berbasis digital yang marak di tengah pandemi virus corona beberapa waktu lalu.
Belajar daring punya dampak buruk, tapi juga berikan keuntungan. (Foto Ilustrasi: Vlada Karpovich/Pexels)
ngarahNyaho! - Hampir sama seperti di negara-negara lainnya, semasa pandemi Covid-19, University of Toyama di Jepang juga memilih untik melakukan perkuliahan dalam jaringan (daring) atau online.
Di universitas itu, perkuliahan online diperkenalkan pada tahun 2020 dan pencetakan kertas dihentikan. Bahkan setelah kelas tatap muka dilanjutkan, jumlah siswa yang memerlukan cetakan turun tajam.
Asisten profesor Departemen Epidemiologi dan Kebijakan Kesehatan Masaaki Yamada, yang telah mempelajari bahaya kecanduan internet, pun ingin tahu perbandingan antara perkuliahan daring dengan tatap muka.
Pada April 2022, Yamada dan rekan-rekannya membagikan kuesioner kepada 939 mahasiswa sarjana di fakultas kedokteran, keperawatan, dan ilmu farmasi.
Para siswa ditanyai tentang kemudahan pemahaman, ingatan, konsentrasi dan kelelahan mata mengenai pembelajaran online dan berbasis kertas, dan jawaban diterima dari 344 siswa.
Tidak ada perbedaan yang ditemukan mengenai kemudahan pemahaman, namun kertas dianggap sebagai media yang lebih baik dalam tiga aspek lainnya.
Sekitar 75% responden memilih “kertas lebih baik” sementara sekitar 6% memilih “digital lebih baik” terkait konsentrasi dan memori. Sekitar 85% memilih “digital lebih buruk” dalam hal kelelahan mata.
Menurut Yamada, sejumlah penelitian yang membandingkan pembelajaran berbasis kertas dan digitalmelaporkan manfaat besar dari format tradisional.
Namun penelitian ini juga menemukan sisi positif dari pembelajaran digital, seperti kemudahan akses informasi dan kemampuan belajar melalui audio, struktur tiga dimensi dan lain-lain.
Yamada mencontohkan, berdasarkan hasil tersebut, pembelajaran berbasis kertas dianggap lebih baik dibandingkan pembelajaran digital dalam hal konsentrasi dan retensi memori.
Namun, sejumlah besar siswa melaporkan kelelahan mata terkait dengan pembelajaran Online. "Ini adalah temuan kesehatan yang penting," kata Yamada seperti dikutip dari The Mainichi.
"Rabun jauh yang parah dapat menyebabkan glaukoma dan penyakit lain yang menyebabkan kebutaan di kemudian hari, sehingga perlu untuk mengurangi kelelahan mata dengan tidak terus-menerus melihat perangkat digital.”[Sumber: The Mainichi]

Posting Komentar