45 Tahun Terakhir, Gelombang Panas Kian Panjang dan Parah

Sejak 1979, gelombang panas akibat perubahan iklim semakin memburuk dari waktu ke waktu.

GELOMBANG panas kian panjang dan parah. (Foto Ilustrasi: Freepik)
GELOMBANG panas kian panjang dan parah. (Foto Ilustrasi: Freepik) 

ngarahNyaho! - Gelombang panas kini datang lebih cepat dibanding sebelum-sebelumnya, bertahan semakin lama, kian panas, dan tentu timbulkan penderitaan.

Gelombang panas global bergerak 20 persen lebih lambat dan terjadi 67 persen lebih sering, menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan Science Advances, awal April ini. 

Studi tersebut menemukan bahwa suhu tertinggi gelombang panas lebih hangat dibandingkan 40 tahun lalu dan area di bawah kubah panas lebih besar.

Menurut studi ini, dari tahun 1979 hingga 1983, gelombang panas global berlangsung rata-rata selama delapan hari, namun pada tahun 2016 hingga 2020 berlangsung hingga 12 hari.

Eurasia khususnya terkena dampak yang lebih parah akibat gelombang panas yang berlangsung lebih lama. 

Gelombang panas paling lambat terjadi di Afrika, sementara Amerika Utara dan Australia mengalami peningkatan terbesar dalam besaran gelombang panas secara keseluruhan. 

Ibarat oven, makin lama panasnya, makin banyak yang matang. Dalam hal ini adalah manusia, kata ata rekan penulis studi dan ilmuwan iklim Wei Zhang dari Utah State University.

“Gelombang panas itu bergerak semakin lambat sehingga pada dasarnya berarti … ada gelombang panas yang ada di sana dan gelombang panas itu bisa bertahan lebih lama di wilayah tersebut,” kata Zhang. 

“Dan dampak buruknya terhadap masyarakat manusia akan sangat besar dan meningkat selama bertahun-tahun.”

Tim peneliti melakukan simulasi komputer yang menunjukkan perubahan ini disebabkan oleh emisi yang memerangkap panas yang berasal dari pembakaran batu bara, minyak, dan gas alam. 

Studi tersebut menemukan jejak perubahan iklim dengan melakukan simulasi dunia tanpa emisi gas rumah kaca.

Mereka menyimpulkan bahwa hal tersebut tidak dapat menghasilkan gelombang panas yang lebih buruk seperti yang diamati dalam 45 tahun terakhir.

Studi ini juga mengamati perubahan pola cuaca yang menyebarkan gelombang panas. 

Gelombang atmosfer yang menggerakkan sistem cuaca, seperti aliran jet, sedang melemah, sehingga gelombang panas tidak bergerak dengan cepat—dari barat ke timur di sebagian besar, tetapi tidak di semua benua.

“Salah satu konsekuensi paling langsung dari pemanasan global adalah meningkatnya gelombang panas,” kata ilmuwan Pusat Penelitian Iklim Woodwell Jennifer Francis.

"Hasil ini memberikan tanda seru pada fakta tersebut," kata Francis yang tidak terlibat dalam penelitian ini. | Sumber: Phys

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama